Senin, 21 Maret 2016

Tugas 3 Kelompok "Akuntansi Internasional "


Anggota Kelompok :
1.    Anggi Adrian
2.    Anne Rahma Safitri
3.    Dian Octaviana
4.    Raden Muh. Adlan Rahim


NYSE Peraturan,Inc adalah perusahaan independen yang didedikasikan untuk memperkuat integritas pasar dan perlindungan investor. Sebuah anak perusahaan dari NYSE Euronext , papan NYSE Peraturan direksi terdiri dari sebagian besar direktur tidak terafiliasi dengan papan NYSE lainnya . Akibatnya , Peraturan NYSE independen dalam pengambilan keputusan tersebut. Sebagai organisasi self-regulatory, bursa sekuritas NYSE Euronext AS bertanggung jawab untuk menegakkan kepatuhan oleh anggota mereka dengan aturan dan persyaratan pertukaran sekuritas federal yang berlaku, serta monitoring dan menegakkan kepatuhan emiten dengan standar pencatatan yang berlaku. Peraturan NYSE melakukan dan mengawasi tanggung jawab organisasi ini self-regulatory dan fungsi, melalui kombinasi perjanjian antar delegasi dan perjanjian layanan peraturan. Selain itu, beberapa fungsi regulasi ini telah dialokasikan untuk FINRA. Lainnya dilakukan oleh FINRA atau organisasi swa-regulasi lain sesuai dengan perjanjian layanan peraturan dan rencana sistem pasar nasional.
            NYSE Peraturan Inc, mengawasi kinerja FINRA tentang layanan ini, memaksa perusahaan yang terdaftar sesuai dengan standar yang berlaku, dan mengawasi penentuan kebijakan peraturan, interpretasi aturan dan regulasi yang terkait dengan pembangunan aturan.
Peraturan NYSE terdiri dari kelompok-kelompok fungsional berikut:
1.      Listed Company Kepatuhan ;
2.      Kebijakan dan Manajemen peraturan;
3.      StockWatch,dan
4.      AdministrasiPeraturan.

Nomor 7
Beberapa perusahaan dari Meksiko, Jepang, Cina, dan India terdaftar dalam New York Stock Exchange (NYSE).
Diminta : Masuk kesitus NYSE (www.nyse.com) . Identifikasi perusahaan yang terdaftar di NYSE dari Meksiko, Jepang, Cina, dan India. Bagaimana perbandingan sejumlah perusahan yang terdaftar dari tiap Negara tersebut dengan perusahaan dari negara lain dari daerah mereka masing-masing? Apa implikasi dari pola yang diamati tersebut?
Jawaban :
Berikut ini adalah daftar perusahaan-perusahaan di Meksiko, Jepang, Cina, dan India yang terdaftar dalam New York Stock Exchange (NYSE)
Meksiko
·         America Movil, S.A.B. de C.V.
·         Grupo Aeroportuario del Sureste, S.A. de C.V.
·         Grupo Financiero Santander México, S.A.B. de C.V.
·         CEMEX, S.A.B. de C.V.
·         Fomento Económico Mexicano, S.A.B. de C.V.
·         Gruma, S.A.B. de C.V.
·         Industrias Bachoco S.A.B de C.V.
·         Empresas ICA, S.A.B. de C.V.
·         Coca-Cola FEMSA, S.A.B. de C.V.
·         Maxcom Telecomunicaciones, S.A.B. de C.V.
·         Grupo Aeroportuario del Pacifico S.A.B de C.V.
·         Grupo Simec S.A.B. de C.V.
·         Grupo Televisa, S.A.
·         Controladora Vuela Compañia de Aviación, S.A. de C.V.
· Jepang
·         Advantest Corporation
·         Canon Inc.
·         NTT DoCoMo, Inc.
·         Honda Motor Co., Ltd.
·         ORIX Corporation
·         KONAMI CORPORATION
·         Kyocera Corporation
·         Mizuho Financial Group, Inc.
·         Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc.
·         Nidec Corporation
·         Nomura Holdings, Inc.
·         Nippon Telegraph and Telephone Corporation
·         Sumitomo Mitsui Financial Group, Inc.
·         Sony Corporation
·         Toyota Motor Corporation
Cina
·         Aluminum Corporation of China Limited
·         American Lorain Corporation
·         China Eastern Airlines Corporation Limited
·         Acorn International, Inc.
·         CNOOC Limited
·         China Hydroelectric Corporation.HIST1
·         China Mobile Limited
·         China Unicom (Hong Kong) Limited
·         Cheetah Mobile Inc.
·         China Pharma Holdings Inc
·         China Cord Blood Corporation
·         IFM Investments Limited
·         China Distance Education Holdings Limited
·         New Oriental Education & Technology Group Inc.
·         E-House (China) Holdings Limited
·         Giant Interactive Group Inc..HIST1
·         Agria Corporation
·         Guangshen Railway Company Limited
·         General Steel Holdings, Inc.
·         Huaneng Power International, Inc.
·         Jumei International Holding Limited
·         Leju Holdings Limited
·         China Life Insurance Company Limited
·         Mindray Medical International Limited
·         China North East Petroleum Holdings Limited
·         Noah Education Holdings Ltd..HIST1
·         China Nepstar Chain Drugstore Ltd.
·         Orient Paper Inc.
·         Petrochina Company Limited
·         Sinopec Shanghai Petrochemical Company Limited
·         Semiconductor Manufacturing International Corporation
·         China Petroleum & Chemical Corporation
·         ReneSola Ltd
·         China Digital TV Holding Co., Ltd.
·         Tianyin Pharmaceutical Co. Inc.
·         Trina Solar Limited
·         WSP Holdings Limited
·         58.com Inc.
·         WuXi PharmaTech (Cayman) Inc.
·         Xinyuan Real Estate Co., Ltd.
·         Yingli Green Energy Holding Company Limited
·         Yanzhou Coal Mining Company Limited
·         China Southern Airlines Company Limited
·         China Zenix Auto International Limted
India
·         Amira Nature Foods Ltd
·         Eros International Plc
·         Genpact Limited
·         HDFC Bank Limited
·         ICICI Bank Limited
·         Infosys Technologies Limited
·         Dr. Reddy's Laboratories Limited
·         Sesa Sterlite Limited
·         Tata Motors Limited
·         Wipro Limited
·         WNS (Holdings) Limited

Meksiko merupakan negara dengan perekonomian terbesar keduabelas dalam hal produk domestic bruto. Banyak perusahaan-perusahaan di meksiko dikontrol oleh perseorangan, namun biasanya perusahaan-perusahaan tersebut menjaga informasi dan merahasiakan laporan keuangan mereka. Perusahaan-perusahaan besar sangat berpengaruh terhadap perekonomian di meksiko, begitupun dengan perusahaan di meksiko yang list di NYSE, seperti yang diketahui bahwa perusahaan-perusahaan yang list tersebut sangat memiliki pengaruh atau nama dalam pasar modal dan hal ini sangat berpengaruh pada perekonomian meksiko. Meksiko berkomitmen untuk bekerja sama dengan IFRS dan menurut pada IASB sebagai panduan dalam penyelesaian urusan akuntansinya. Prinsip akuntansi mereka tidak membedakan perusahaan besar dan perusahaan kecil dan dapat diaplikasikan di semua bidang bisnis dan semua perusahaan yang berada dibawah hukum meksiko minimal satu auditor hrs melapor pada para pemegang saham terkait laporan keuangan.

Akuntansi dan pelaporan keuangan di Jepang mencerminkan gabungan berbagai pengaruh domestic dan internasional. Perusahaan di Jepang di atur oleh kementrian kehakiman (MOJ) dan menganut hokum komersial , dimana perusahaan besar milik publik harus memenuhi ketentuan Securities and Exchange Law (SEL) . Perusahaanperusahaan tersebut diwajibkan menyusun laporan keuangan wajib yang harus mendapatkan persetujuan dalam rapat tahunan pemegang saham yang berisi neraca, laporan laba rugi, laporaan usaha, proposal atas penggunaan (apropriasi) laba ditahan, dan schedule pendukung. Tidak hanya itu perusahaan-perusahaan ini juga harus menyusun laporan keuangannya sesuai dengan undang-undang pasar modal.

Cina menerapkan program ekonomi yang sangat terpusat, memperlihatkan prinsip dan pola Marxis meniru sistem kesatuan soviet. Negara mengendalikan kepemilikan, hak guna, dan distribusi untuk semua sarana produksi dan memberlakukan pelaksanaan dan pengendalian ekonomi yang disiplin. Sistem akuntansi yang seragam/terpusat berisikan semua aturan akuntansi yang dimasukkan pada perusahaan milik negara ke seluruh negeri.
India memiliki dua sumber utama standarisasi akuntansi keuangan yaitu lembaga hukum dan profesi akuntansi. Jadi, NYSE mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perusahaan-perusahaan yang terdaftar didalamnya, yang artinya juga sangat berpengaruh terhadap negara masng masing perusahaan yang terdaftar.

Nomor 11
Penetapan standar akuntansi dikebanyakan Negara meliputi penggabungan swasta dan kelompok sector umum. Sector pribadi termasuk profesi akuntansi dan kelompok lainnya dipengaruhi oleh proses laporan keuangan, seperti halnya pengguna dan yang menyiapkan laporan keuangan dan organisasi buruh. Sector public termasuk agen pemerintah, termasuk dapartemen kewenangan pajak yang bertanggung jawab untuk undang-undang perniagaan dan komisi sekuritas. Pasar modal adalah pengaruh potensial lainnya.

Diminta: Lengkapi matriks yang menunjukkan apakah setiap kelompok ini secara
signifikan memengaruhi penetapan standar akuntansi di lima Negara. Sebutkan semua
kelompok dari yang teratas dan Negara paling bawah; yang mengindikasikan pengaruh
pada setiap kelompok dengan ya atau tidak.
Jawaban:
Matrik pengaruh penentuan standar akuntansi:
Sector publik
Otoritas
pajak
Komisi Pasar modal
Kementrian bertanggungjawab terhadap hukum potensial
Amerika
ya
ya
ya
Cina
ya
ya
ya
India
ya
ya
ya
Jepang
ya
ya
ya
Meksiko
ya
ya
ya


Amerika Serikat merupakan rekan dagang utama dari keempat Negara lainnya. Bahkan faktanya, Amerika Serikat adalah rekan dagang terbesar Jepang, Meksiko, dan India. Jepang juga memiliki perekonomian yang maju seperti yang terlihat oleh nilai GDP (secara absolute dan per kapita serta sektor) serta kapitalisasi stok pasar. Jepang juga merupakan rekan dagang utama Cina dan Meksiko, sebagai tambahan selain Amerika Serikat.
Nomer 12
Berikut ini adalah rasio keuangan yang digunakan oleh analisis :
·         Likuiditas : Rasio terkini; arus kas dari usaha terhadap hutang terkini
·         Kelayakan : Utang terhadap ekuitas; utang terhadap asset
·         Profotabilitas : Pengembalian asset; pengembalian ekuitas
Diminta : Bayangkan jika anda membandingkan rasio keuangan perusahaan dari negara-negara yang telah dibahas dalam bab ini. Diskusikan praktik akuntansi yang diidentifikasi pada tampilan 4-4 yang akan memengaruhi perbandingan anda untuk keenam rasio yang terdaftar !

Jawaban :
Jadi, dari rasio keuangan perusahaan AS, Meksiko, Jepang, Cina, dan India masing masing memiliki perbandingan dari segi penggabungan usaha : pembelian atau pooling, Negara AS, Meksiko, dan Cina hanya melakukan pembelian, sedangkan negara Jepang dan India melakukan pembelian & pooling.
Dari segi Goodwill negara AS, Meksiko, Cina melakukan kapitalisasi dan uji penurunan nilai sedangkan Jepang dan India melakukan kapitalisasi, amortisasi, dan uji penurunan nilai.
Dari segi assosiasi kelima negara tersebut melakukan hal yang sama yaitu menggunakan metode ekuitas dari segi penilaian asset. Negara AS, Jepang, dan Cina melakukan dengan metode harga perolehan. Lalu Meksiko menggunakan penyesuaian kisaran harga, sedangkan India menggunakan harga perolehan dan harga wajar.
Dari segi penilaian asset Negara AS, jepang, cina menggunakan harga perolehan , lalu india menggunakan harga perolehan dan harga wajar sedangkan meksiko menggunakan penyesuaian kisaran harga.
Dari segi biaya depresiasi Negara AS, meksiko, cina dan india biaya depresiasinya
berbasis ekonomi sedangkan Negara jepang berbasis pajak
Dari segi Penilaian Persediaan LIFO negara AS dan Jepang boleh menggunakan metode tersebut. Lalu Meksiko tidak menggunakan metode LIFO, sedangkan Cina dan India dilarang menggunakan metode LIFO.
Dari segi Kemungkinan Rugi kelima negara dapat diakui.
Dari segi Sewa Pembiayaan kelima negara tersebut dikapitalisasi.
Dari segi Pajak Tangguhan kelima tersebut diakui.
Dari segi Cadangan untuk memuluskan pendapatan Negara AS, Meksiko, Jepang,
dan Cina tidak memiliki cadangan untuk memuluskan pendapatannya. Sedangkan
India memiliki beberapa cadangan untuk memuluskan pendapatannya.


Senin, 07 Maret 2016

Tugas Kelompok,Minggu 2, Akuntansi Internasional

Akuntansi International
Nama Kelompok:
1.Anggi Adrian
2.Anne Rahma Safitri
3.Dian Octaviana
4.Raden Muh. Adlan Rahim

1)         Pertimbangkanlah Negara – Negara Berikut : (1) Belgia, (2) Cina, (3) Republik Ceko, (4) Gambia, (5) India, (6) Meksiko, (7) Senegal ,dan (8)Taiwan

Diminta : Ke Dalam Bagian manakah Negara-negara tersebut diklasifikasikan berdasarkan system hukum? Ke dalam Bagian Manakah jika diklasifikasikan berdasarkan system praktik akuntansi ? berikan alas an atas jawaban anda

     Jawaban:
a. ke dalam bagian manakah jika diklasifikasikan berdasarkan sistem hukum?
            1. belgia: negara belgia termasuk ke dalam system hukum kode
            2. cina:
            3. republik ceko: Republik Ceko termasuk ke dalam system hukum kode
            4. gambia:
            5. india: Negara India termask kedalam system hukum umum
            6. meksiko:negra Meksiko termasuk kedalam sistem hukum kode
            7. Senegal :
            8. Taiwan:

System akuntansi
1.      Hukum Ceko didasarkan pada sistem hokum kode sipil eropa kontinantal) Jadi akuntansi di Republik Ceko dipengaruhi oleh hukum komersial, undang – undang akuntansi dan keputusan kementerian keuangan.

2.      Perekonomian Cina disebut sebagai perekonomian hibrid (campuran), dimana Negara mengendalikan komoditas dan industri yang strategis, sementara industri lain serta sektor komersial dan swasta diatur oleh sistem yang berorientasi pada pasar Di Republik Cina, standar akuntansinya didasarkan pada IAS/IFRS karena cina berharap dapat melakukan komunikasi dengan lebih baik kepada investor asing yang sangat penting bagi rencana pembagunan ekonominya.

3.  RDF saat ini telah menegaskan komitmen Taiwan untuk konverjensi dengan IAS/IFRS. Konsep akuntansi keuangan dan penyusunan laporan keuangan di revisi pada tahun 2002 didasarkan pada kerangka dasar IASC. Seluruh proyek baru dan yang telah ada yang dilaksanakan oleh FASC akan disesuaikan dengan IAS/ IFRS.Perbedaan antara prinsip akuntansi Taiwan dengan IAS/IFRS akan diidentifikasikan dan akan direvisi agar sesuai dengan IAS/IFRS.


4.           LatinAccounting
Grup Latin ini terdiri dari kelompok negara maju seperti Belgia, Perancis, Argentina, Brazil, Spanyol, Italia, dan kelompok negara kurang maju seperti Chili, Kolumbia, Peru, dan Uruguay. Juga beberapa negara koloni seperti Zaire, Senegal. Latin accounting cenderung relatif konservatif dan secretive dibandingkan dengan negara Anglo-saxon

5.  Di india telah menetapkan peta jalan untuk konvergensi dengan Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) terhitung mulai 1 April 2011.
6.  Hukum Komersial Meksiko dan hukum pajak penghasilan berisi ketentuan-ketentuan mengenai pembuatan ringkasan catatan akuntansi tertentu dan penyusunan laporan keuangan, namun pengaruh keduanya terhadap pelaporan keuangan secara umum terbilang minimal. Institut Akuntan Publik Meksiko (Instituto Mexicano de Contadores Pubicos) menerbitkan standard akuntansi dan auditing di Meksiko. Meskipun sistem hukumnya didasarkan pada hukum sipil, penerapan standard akuntansi di Meksiko menggunakan pendekatan Inggris-Amerika atau Anglo Saxon, dan bukan pendekatan Eropa Kontinental. Prinsip akuntansi Meksiko tidak membedakan antara perusahaan besar dan kecil., dan diterapkan untuk seluruh bentuk badan usaha.  Pada tahun 2001 IMCP membentuk CINIF. Institusi ini bertanggung jawab untuk membuat standar akuntansi sejalan dengan IFRS. Pada tahun 2004 standar yang dikeluarkan oleh IMCP diteruskan ke CINIF. Pada awal 2005, GAAP Meksiko sudah 70% sejalan dengan standar internasional.



6)      Uni Eropa (EU) Yang Dahulu Dikenal Sebagai Masyarakat Eropa dan awalnya pasar bersama eropa – dibentuk pada tahun 1957 dan memiliki 15 anggota sampai pada akhir 2003 : Austria, belgia ,Denmark ,finlandia, prancis, jerman, yunani, irlandia, italia, luksemburg ,belanda ,Portugal ,Spanyol, swedia dan inggris. Untuk mendorong pergerakan modal dan pembentukan modal, EU Mengeluarkan berbagai petunjuk yang dirancang untuk mengharmonisasikan prinsip akuntansi yang diterima secara umum di Negara – Negara anggota nya

Diminta : faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi manakah yang akan menjadi hambatan paling serius untuk mencapai harmonisasi akuntansi di EU? Faktor-faktor apakah yang menandakan usahan harmonisasi EU mencapai keberhasilan ?

Jawaban:
faktor yang akan menjadi hambatan paling serius untuk mencapai harmonisasi akuntansi di Uni Eropa adalah faktor ikatan politik dan ekonomi karena banyak negara- negara berkembang menggunakan sistem akuntansi yang dikembangkan di tempat lain, entah karna dipaksakan kepada negara-negara tersebut (seperti india) atau karena pilihan mereka sendiri, seperti negara-negara eropa timur sekarang meniru sistem akuntansi menurut aturan Uni Eropa.

10. Banyak Negara yang menginginkan atau membiarkan perusahaan-perusahaan nya yang telah terdaftar menggunakan standar pelaporan keuangan internasional dalam laporan – laporan keuangan nya , atau laporan yang dikonsolidasikan untuk kepentingan investor.

Diminta : pertimbangkan kesepuluh Negara berikut ini : Cina , Republik ceko , prancis , jerman , India , jepang , meksiko , belanda , inggris dan amerika serikat. Untuk masing-masing Negara apakah IFRS (a) tidak diizinkan,         (b) diizinkan, (c) Diperlukan untuk sesuatu , atau (D) diperlukan untuk seluruh perusahaan domestic yang terdaftar dalam bursa saham ? diskusikan kemungkinan – kemungkinan alas an untuk menetapkan pola yang diteliti (petunjuk : mengacu pada IAS plus dalam situs www.iasplus.com)
a.       Tidak diizinkan
·         Cina (menggunakan standar yang secara substansial)

b.      Diizinkan
·         Prancis (kecuali untuk perusahaan pribadi)
·         Jerman
·         Belanda
·         Inggris
·         Republic ceko ( kecuali untuk perusahaan pribadi)
·         India

c.       Diperlukan untuk sesuatu :
·         jepang

d.      Diperlukan untuk seluruh perusahaan domestik yang terdaftar dalam bursa saham?
·         Meksiko
·         Amerika serikat (perusahaan luar negri yang terdaftar)

Republik Ceko
Perancis
Jerman
Belanda
Inggris
Perusahaan terdaftar-laporan keu. Gabungan
Diharuskan
Diharuskan
Diharuskan
Diharuskan
Diharuskan
Perusahaan terdaftar-laporan keuangan perusahaan pribadi
Diharuskan
Dilaranga
Dibolehkan tapi hanya untuk tujuan informasial ª
Diharuskan
Diharuskan
Perusahaan tidak terdaftar laporan keuangan gabungan
Dibolehkan
Dibolehkan
Dibolehkan
Dibolehkan
Dibolehkan
Perusahaan tdk terdaftar-laporan keuangan perusahaan pribadi
dilarangᵇ
dilarangᵇ
Dibolehkantapi hanya untuk tujuan informasionalª
Dibolehkan
Dibolehkan

ª= Laporan keuangan prusahaan tertutup Perancis dan Jerman harus disusun dengan menggunakan persyaratan akuntansi setempat karena laporan-laporan ini merupakan dasar untuk pajak dan dividen.
ᵇ= IFRS tidak diperbolehkan dalam laporan keuangan perusahaan pribadi yang tidak terdaftar di Ceko karena dianggap bahwa IFRS bisa terlalu rumit dan memakan biaya untuk perusahaan-perusahaan pribadi yang kecil ini.

IFRS Dalam Uni Eropa
Di Amerika, hampir sebagian besar Amerika Latin dan Kanada menerapkan IFRS. Bahkan seluruh negara di Eropa juga telah menerapkan sistem IFRS secara penuh. Negara-negara Asia dan Oseania seperti Korea, Malaysia, Australia, New Zealand dan Hingkong telah mengadopsi penuh sistem IFRS. Cina tidak menggunakan IFRS tetapi menggunakan standar yang secara substansial serupa.
1.      AMERIKA SERIKAT
Di Amerika IFRS belum diberlakukan. Perusahaan luar negeri yang terdaftar di pasar modal dapat menggunakan IFRS tanpa harus melakukan konversi ke standar yang berlaku di Amerika Serikat. Sistem Hukum yang dianut Amerika Serikat adalah Hukum Umum.

2.      BELANDA
IFRS yang berlaku adalah yang diadopsi oleh EU (European Union), dan telah dipersyaratkan penerapannya untuk laporan keuangan konsolidasian. Sistem Hukum yang dianut Belanda adalah Hukum Kode.

3.      INGGRIS
IFRS yang berlaku adalah yang diadopsi oleh EU (European Union), dan telah dipersyaratkan penerapannya untuk laporan keuangan konsolidasian. Sistem Hukum yang dianut Inggris adalah Hukum Umum.

4.      JEPANG
IFRS yang berlaku adalah yang diadopsi oleh Financial Service Agency, dan diperbolehkan diterapkan untuk perusahaan-perusahaan yang memenuhi syarat tertentu. Sistem Hukum yang dianut Jepang adalah Hukum Kode.

5.      JERMAN
IFRS yang berlaku adalah yang diadopsi oleh EU (European Union), dan telah dipersyaratkan penerapannya untuk laporan keuangan konsolidasian. Sistem Hukum yang dianut Jerman adalah Hukum Kode.

6.      MEKSIKO
Meksiko adalah sebuah negara yang terletak di Amerika Utara yang terkenal kaya dengan minyak bumi dan pernah menjadi negara terbesar ke-10 penghasil minyak bumi di dunia. Meksiko juga merupakan pengekspor perak yang terpenting di dunia. Meksiko termasuk Negara yang berpengaruh di dunia dan banyak mengadakan transaksi ekspor impor dengan banyak Negara di dunia. Oleh karena itu demi kelancaran transaksinya, Meksiko mengadopsi IFRS sebagai standar akuntansi bagi perusahaan-perusahaan yang sudah go public dalam menyusun laporan keuangannya. CNBV merupakan lembaga otoritas jasa keuangan dan perbankan di Meksiko yang menetapkan penggunaan IFRS di Negara ini. Periode pengadopsian dimulai secara sukarela mulai tahun 2008 dan sudah diwajibkan mulai tahun 2012. IFRS yang diadopsi di Meksiko bersumber langsung dari IASB tanpa adanya perubahan-perubahan ataupun tambahan. Selain itu, Meksiko menetapkan agar laporan keuangan perusahaan harus diaudit sesuai dengan standar audit internasional. Sistem hukum yang dianut oleh Meksiko adalah hukum kode.


7.      PERANCIS
IFRS yang berlaku adalah yang diadopsi oleh EU (European Union, penulis), dan telah dipersyaratkan penerapannya untuk laporan keuangan konsolidasian. Sistem Hukum yang dianut Perancis adalah Hukum Kode.

Sumber :
Choi, Frederick D.S. , Gary K.Meek. International Accounting
https://arievaldo.wordpress.com/2014/07/03/negara-negara-yang-mengadopsi-ifrs/

Sabtu, 05 Maret 2016

Minggu 2,Tugas INDIVIDUAL "Perkembangan dan Klasifikasi Akuntansi Internasional

Anggi Adrian
4eb12
20212901


                                 PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI

Akuntansi harus memberikan respons terhadap kebutuhan masyarakat akan informasi yanag terus berubah dan mencerminkan kondisi budaya,ekonomi,hokum,sosial dan politik yang ada dalam lingkungan operasinya. Sejarah akuntansi dan para akuntan memperlihatkan perubahan secara terus menerus . pada awalnya, akuntansi tidak lebih dari sistem pencatatan untuk jasa perbankan tertentu dan skema pemungutan pajak. Sistem pencatatan berpasangan kemudian dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan sejumlah perusahaan dagang. Industrialisasi dan pembagian kerja memerlukan adanya analisis biaya dan akuntansi manajemen. Timbulnya perusahaan modern mendorong pelaporan keuangan dan auditing secara periodic. Agar dapat mengikuti perhatian masyarakat terhadap lingkungan yang makin meningkat dan perhatian terhadap integritas perusahaa, akuntan telah menemukan cara untuk mengukur dan melaporkan kewajiban pemulihan kondisi lingkungan dan mengungkapkan praktik pencucian uang dan hal-hal sejenis yang berkaitan dengan kejahatan kerah putih. Akuntansi memberikan informasi pengambilan keputusan kepada pasar surat berharga umum domestic dan internasional yang sangat besar. Akuntansi telah memperluas lingkupnya terhadap konsultasi manajemen dan menggabungkan teknologi informasi yang makin berkembang ke dalam sistem prosedurnya.
            Hal ini membawa kita untuk melakukan klasifikasi mengapa kita harus melakukan klasifikasi sistem akuntansi keuangan nasiional atau regional ? klasifikasi merupakan dasar untuk memahami dan menganalisis mengapa dan bagaimana sistem akuntansi nasional berbeda-beda. Tujuan klasifikasi apakah sistem-sistem tersebut cenderung menyatu atau berbeda-beda . tujuan klasifikasi adalah untuk mengelompokkan sistem akuntansi keuangan menurut karakteristik khususnya. Klasifikasi mengungkapkan struktur dasar dimana anggota-anggota kelompok memiliki kesamaan dan apa yang membedakan kelompok yang beraneka ragam satu sama lain. Dengan mengenali kesamaan dan perbedaan pemahaman kita mengenai sistem akuntansi akan lebih baik. Klasifikasi merupakan cara untuk melihat dunia.
PERKEMBANGAN
Factor-faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi nasional juga membantu menjelaskan perbedaan akuntansi antar-bangsa. Tujuh factor pertama berupa ekonomi sejarah sosial, dan kelembagaan merupakan factor yang sering disebutkan oleh para penulis akuntansi.
1.      sumber pendanaan. Di Negara-negara dengan pasar ekuitas yang kuat,akuntansi memiliki focus atas seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas) dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan risiko terkait. Pengungkapan dilakukan sangat lengkap untuk memenuhi ketentuan kepemilikan public yang luas. Sebaliknya dalam sistem berbasis kredit dimana bank merupakan sumber utama pendanaan,akuntansi memiliki focus pada perlindungan kreditor melalui pengukuran akuntansi yang konservatif dalam meminimumkan pembayaran deviden dan menjaga pendanaan yang mencukupi dalam rangka perlindungan bagi para peminjam. Oleh karena itu lembaga keuangan memiliki akses langsung terhadap informasi apa saja yang diinginkan,pengungkapan public yang luas tidak perlu
 2.  Sistem Hukum
Sistem hukum menentukan bagaimana individu dan lembaga berinteraksi. Dinegara barat memiliki dua orientasi sistem hukum akuntansi, yakni:
a)      Kodifikasi hukum (sipil)
Yakni akuntansi yang digabungkan dalam bentuk hukum nasional dan cenderung sangat lengkap dan mencakupi banyak prosedur
            b)  Kodifikasi umum (kasus)
Berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adamya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode lengkap

          3. Perpajakan
Dikebanyakan negara, peraturan pajak secara efektif menentukan standar akuntansi karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun untuk mengklaimnya dalam keperluan pajak. Pada umumnya pajak keuangan dan pajak akuntansi adalah sama, seperti contohnya di Jerman dan Swedia. Namun tidak di Belanda, pajak keuangan dan pajak akuntansinya berbeda. Laba kena pajak pada dasarnya adalah laba akuntansi keuangan yang disesuaikan terhadap perbedaan-perbedaan dengan hukum pajak. Tentu saja, ketika akuntansi keuangan dan pajak terpisah, terkadang aturan pajak mengharuskan penerapan prinsip-prinsip akuntansi tertentu. Misalnya di Amerika,penilaian persediaan berdasarkan LIFO.
        4. Ikatan Politik dan Ekonomi
Teknologi akuntansi dialihkan melalui perdagangan dan kekuatan sejenis. Sistem pencatatan berpasangan berawal di Italia pada tahun 1400-an secara perlahan-lahan menyebar luas di Eropa bersamaan dengan gagasan-gagasan pembakuan.

        5.  Inflasi
Inflasi menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya historis dan mempengaruhi kecenderungan (tendensi) suatu negara untuk menerapkan perubahan harga terhadap akun-akun perusahaan.Pada negara Israel, Amerika, Meksiko dan beberapa negara Amerika Selatan menggunakan akuntansi tingkat harga umum karena pengalaman mereka dengan hiperinflasi. Pada akhir tahun 1970-an, sehubungan dengan tingkat inflasi yang tidak biasanya tinggi, Amerika Serikat dan Inggris melakukan eksperimen dengan pelaporan pengaruh perubahan harga.

         6.  Tingkat Perkembangan Ekonomi
Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama. Terdapat beberapa poin penting dalam faktor ini, diantaranya:
a.        Kompensasi eksekutif perusahaan berbasis saham atau sekuritas asset
b.      Penilaian aset tetap dan pencatatan depresiasi yang sangat relevan dalam sektor manufaktur
c.       Penilaian aset tidak berwujud dan sumber daya manusia yang semakin berkembang

          7. Tingkat Pendidikan
Standar dan praktik akuntansi yang sangat rumit akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan. Dalam arti bahwa pendidikan akuntansi yang profesional akan sulit dicapai jika taraf pendidikan di suatu negara secara umum juga rendah.

         8. Budaya
Hofstede mendasari empat dimensi budaya nasional (nilai sosial), meliputi:
a.         Individualisme
b.         Jarak kekuasaan
c.         Penghindaran ketidakpastian
d.        Maskulinitas

Hofstede, Garay mengusulkan suatu kerangka kerja yang menghubungkan budaya akuntansi, yaitu empat dimensi nilai akuntansi yang mempengaruhi praktik pelaporan keuangan suatu negara, yakni:
a.         Profesionalisme versus ketetapan wajib pengendalian
b.         Keseragaman versus fleksibilitas
c.         Konservatisme versus optimisme
d.        Kerahasiaan versus transparansi

Klasifikasi Akuntansi Internasional
Klasifikasi merupakan dasar untuk memahami dan menganalisis mengapa dan bagaimana sistem akuntansi nasional berbeda-beda. Klasifikasi Akuntansi Internasional dapat dilakukan dalam dua kategori, diantaranya:
1.        Pertimbangan
Bergantung pada pengetahuan, intuisi, dan pengalaman
2.        Secara Empiris
Menggunakan metode statistik untuk mengumpulkan basis data, prinsip, dan praktik akuntansi.
Empat Pendekatan Terhadap Perkembangan Akuntansi
Klasifikasi awal yang dilakukan adalah yang diusulkan oleh Mueller pertengahan tahun 1960. Beliau mengidentifikasi empat pendekatan terhadap perkembangan akuntansi di negara-negara barat dengan sistem ekonomi berorientasi pasar.
1.        Berdasarkan pendekatan makro ekonomi
Tujuan perusahaan pada umumnya mengikuti dan bukan memimpin kebijakan nasional, karena perusahaan bisnis mengkoordinasikan kegiatan mereka dengan kebijakan nasional.

2.        Berdasarkan pendekatan mikro ekonomi
Berfokus pada perusahaan yang secara individu memiliki tujuan untuk bertahan hidup. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka perusahaan harus mempertahankan modal fisik yang dimiliki.

3.        Berdasarkan pendekatan disiplin independen
Akuntansi berasal dari praktik bisnis dan  berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dari pertimbangan, coba-coba, dan kesalahan.

4.        Berdasarkan pendekatan yang seragam
Akuntansi di standarisasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administratif oleh pemerintah pusat. Keseragaman dalam pengukuran, pengungkapan, dan penyajian akan memudahkan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh jenis bisnis.



Frederick D.S. Choi & Gary K. Meek , Akuntansi Internasional buku 1 edisi 6

Selasa, 12 Januari 2016

Tulisan 3 (tanggung jawab sosial )

Nama : Anggi Adrian
Npm : 20212901
Kelas : 4eb12

Tanggung Jawab Sosial (Coorporate Social Responsibility)

Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaanadalah memiliki berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, yang di antaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitasdan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Oleh karena itu, CSR berhubungan erat dengan "pembangunan berkelanjutan", yakni suatu organisasi, terutama perusahaan, dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan dampaknya dalam aspek ekonomi, misalnya tingkat keuntungan atau deviden, tetapi juga harus menimbang dampak sosial dan lingkungan yang timbul dari keputusannya itu, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka yang lebih panjang. Dengan pengertian tersebut, CSR dapat dikatakan sebagai kontribusi perusahaan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan dengan cara manajemen dampak (minimisasi dampak negatif dan maksimisasi dampak positif) terhadap seluruh pemangku kepentingannya
Teori Triple Bottom Line
Dewasa ini konsep CSR semakin berkembang, dan dengan berkembangnya konsep CSR tersebut maka banyak teori yang muncul yang diungkapkan mengenai CSR ini. Salah satu yang terkenal adalah teori triple bottom line dimana teori ini memberi pandangan bahwa jika sebuah perusahaan ingin mempertahankan kelangsungan hidupnya, maka perusahaan tersebut harus memperhatikan “3P”. Selain mengejar keuntungan (profit), perusahaan juga harus memperhatikan dan terlibat pada pemenuhan kesejahteraan masyarakat (people) dan turut berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan (planet) (Yusuf wibisono, 2007).

a. Profit (Keuntungan)
Profit atau keuntungan menjadi tujuan utama dan terpenting dalam setiap kegiatan usaha. Tidak heran bila fokus utama dari seluruh kegiatan dalam perusahaan adalah mengejar profit dan mendongkrak harga saham setinggi-tingginya. karena inilah bentuk tanggung jawab ekonomi yang paling esensial terhadap pemegang saham. Aktivitas yang dapat ditempuh untuk mendongkrak profit antara lain dengan meningkatkan produktivitas dan melakukan efiisensi biaya.Peningkatan produktivitas bisa diperoleh dengan memperbaiki manajemen kerja mulai penyederhanaan proses, mengurangi aktivitas yang tidak efisien, menghemat waktu proses dan pelayanan. Sedangkan efisiensi biaya dapat tercapai jika perusahaan menggunakan material sehemat mungkin dan memangkas biaya serendah mungkin (Yusuf wibisono, 2007).

b. People (Masyarakat Pemangku Kepentingan)
People atau masyarakat merupakan stakeholders yang sangat penting bagi perusahaan, karena dukungan masyarakat sangat diperlukan bagi keberadaan, kelangsungan hidup, dan perkembangan perusahaan. Maka dari itu perusahaan perlu berkomitmen untuk berupaya memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. Dan perlu juga disadari bahwa operasi perusahaan berpotensi memberi dampak kepada masyarakat. Karena itu perusahaan perlu untuk melakukan berbagai kegiatan yang dapat menyentuh kebutuhan masyarakat (Yusuf wibisono, 2007).

c. Planet (Lingkungan)
Planet atau Lingkungan adalah sesuatu yang terkait dengan seluruh bidang dalam kehidupan manusia. Karena semua kegiatan yang dilakukan oleh manusia sebagai makhluk hidup selalu berkaitan dengan lingkungan misalnya air yang diminum, udara yang dihirup dan seluruh peralatan yang digunakan, semuanya berasal dari lingkungan. Namun sebagaian besar dari manusia masih kurang peduli terhadap lingkungan sekitar. Hal ini disebabkan karena tidak ada keuntungan langsung yang bisa diambil didalamnya.
Karena keuntungan merupakan inti dari dunia bisnis dan itu merupakan hal yang wajar. Maka, manusia sebagai pelaku industri hanya mementingkan bagaimana menghasilkan uang sebanyak-banyaknya tanpa melakukan upaya apapun untuk melestarikan lingkungan. Padahal dengan melestarikan lingkungan, manusia justru akan memperoleh keuntungan yang lebih, terutama dari sisi kesehatan, kenyamanan, di samping ketersediaan sumber daya yang lebih terjamin kelangsungannya (Yusuf wibisono, 2007).
walaupun sadar akan pentingnya CSR, peusahaan mengimplementasikan CSR dengan menggunakan metode yang berbeda-beda. Implementasi yang dilakukan dengan menggunakan model charity atau pemberdayaan. Perusahaan yang menggunakan model charity hanya berpatok sekadar menghabiskan anggaran dan menafikkan kebutuhan masyarakat. Model charity mendapat kritikan karena model tersebut hanya menjadi candu bagi masyarakat dan membuat masyarakat tergantung serta tidak berdaya.

Skala dan sifat keuntungan dari CSR untuk suatu organisasi dapat berbeda-beda tergantung dari sifat perusahaan tersebut. Banyak pihak berpendapat bahwa amat sulit untuk mengukur kinerja CSR, walaupun sesungguhnya cukup banyak literatur yang memuat tentang cara mengukurnya. Literatur tersebut misalnya metode "Empat belas poinbalanced scorecard oleh Deming. Literatur lain misalnya Orlizty, Schmidt, dan Rynes[3] yang menemukan suatu korelasi positif walaupun lemah antara kinerja sosial dan lingkungan hidup dengan kinerja keuangan perusahaan. Kebanyakan penelitian yang mengaitkan antara kinerja CSR (corporate social performance) dengan kinerja finansial perusahaan (corporate financial performance) memang menunjukkan kecenderungan positif, namun kesepakatan mengenai bagaimana CSR diukur belumlah lagi tercapai. Mungkin, kesepakatan para pemangku kepentingan global yang mendefinisikan berbagai subjek inti (core subject) dalam ISO 26000 "Guidance on Social Responsibility"—direncanakan terbit pada September 2010—akan lebih memudahkan perusahaan untuk menurunkan isu-isu di setiap subjek inti dalam standar tersebut menjadi alat ukur keberhasilan CSR.
Hasil Survey "The Millenium Poll on CSR" (1999) yang dilakukan oleh Environics International (Toronto), Conference Board (New York) dan Prince of Wales Business Leader Forum (London) di antara 25.000 responden dari 23 negara menunjukkan bahwa dalam membentuk opini tentang perusahaan, 60% mengatakan bahwa etika bisnis, praktik terhadap karyawan, dampak terhadap lingkungan, yang merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) akan paling berperan. Sedangkan bagi 40% lainnya, citra perusahaan & brand image-lah yang akan paling memengaruhi kesan mereka. Hanya 1/3 yang mendasari opininya atas faktor-faktor bisnis fundamental seperti faktor finansial, ukuran perusahaan,strategi perusahaan, atau manajemen.
Lebih lanjut, sikap konsumen terhadap perusahaan yang dinilai tidak melakukan CSR adalah ingin "menghukum" (40%) dan 50% tidak akan membeli produk dari perusahaan yang bersangkutan dan/atau bicara kepada orang lain tentang kekurangan perusahaan tersebut.
Secara umum, alasan terkait bisnis untuk melaksanakan biasanya berkisar satu ataupun lebih dari argumentasi di bawah ini:

Sumberdaya manusia
Program CSR dapat berwujud rekruitmen tenaga kerja dan mempekerjakan masyarakat sekitar. Lebih jauh lagi CSR dapat dipergunakan untuk menarik perhatian para calon pelamar pekerjaan [5], terutama sekali dengan adanya persaingan kerja di antara para lulusan. Akan terjadi peningkatan kemungkinan untuk ditanyakannya kebijakan CSR perusahaan, terutama pada saat perusahaan merekruit tenaga kerja dari lulusan terbaik yang memiliki kesadaran sosial dan lingkungan. Dengan memiliki suatu kebijakan komprehensif atas kinerja sosial dan lingkungan, perusahaan akan bisa menarik calon-calon pekerja yang memiliki nilai-nilai progresif. CSR dapat juga digunakan untuk membentuk suatu atmosfer kerja yang nyaman di antara para staf, terutama apabila mereka dapat dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang mereka percayai bisa mendatangkan manfaat bagi masyarakat luas, baik itu bentuknya "penyisihan gaji", "penggalangan dana" ataupun kesukarelawanan (volunteering) dalam bekerja untuk masyarakat.
Manajemen risiko
Manajemen risiko merupakan salah satu hal paling penting dari strategi perusahaan. Reputasi yang dibentuk dengan susah payah selama bertahun-tahun dapat musnah dalam sekejap melalui insiden seperti skandal korupsi atau tuduhan melakukan perusakan lingkungan hidup. Kejadian-kejadian seperti itu dapat menarik perhatian yang tidak diinginkan dari penguasa, pengadilan, pemerintah dan media massa. Membentuk suatu budaya kerja yang "mengerjakan sesuatu dengan benar", baik itu terkait dengan aspek tata kelola perusahaan, sosial, maupun lingkungan—yang semuanya merupakan komponen CSR—pada perusahaan dapat mengurangi risiko terjadinya hal-hal negatif tersebut..

Membedakan merek
Di tengah hiruk pikuknya pasar maka perusahaan berupaya keras untuk membuat suatu cara penjualan yang unik sehingga dapat membedakan produknya dari para pesaingnya di benak konsumen. CSR dapat berperan untuk menciptakan loyalitas konsumen atas dasar nilai khusus dari etika perusahaan yang juga merupakan nilai yang dianut masyarakat.. Menurut Philip Kotler dan Nancy Lee, setidaknya ada dua jenis kegiatan CSR yang bisa mendatangkan keuntungan terhadap merek, yaitu corporate social marketing (CSM) dan cause related marketing (CRM). Pada CSM, perusahaan memilih satu atau beberapa isu—biasanya yang terkait dengan produknya—yang bisa disokong penyebarluasannya di masyarakat, misalnya melalui media campaign. Dengan terus menerus mendukung isu tersebut, maka lama kelamaan konsumen akan mengenali perusahaan tersebut sebagai perusahaan yang memiliki kepedulian pada isu itu. Segmen tertentu dari masyarakat kemudian akan melakukan pembelian produk perusahaan itu dengan pertimbangan kesamaan perhatian atas isu tersebut. CRM bersifat lebih langsung. Perusahaan menyatakan akan menyumbangkan sejumlah dana tertentu untuk membantu memecahkan masalah sosial atau lingkungan dengan mengaitkannya dengan hasil penjualan produk tertentu atau keuntungan yang mereka peroleh. Biasanya berupa pernyataan rupiah per produk terjual atau proporsi tertentu dari penjualan atau keuntungan. Dengan demikian, segmen konsumen yang ingin menyumbang bagi pemecahan masalah sosial dan atau lingkungan, kemudian tergerak membeli produk tersebut. Mereka merasa bisa berbelanja sekaligus menyumbang. Perusahaan yang bisa mengkampanyekan CSM dan CRM-nya dengan baik akan mendapati produknya lebih banyak dibeli orang, selain juga mendapatkan citra sebagai perusahaan yang peduli pada isu tertentu.

Izin usaha
Perusahaan selalu berupaya agar menghindari gangguan dalam usahanya melalui perpajakan atau peraturan. Dengan melakukan sesuatu 'kebenaran" secara sukarela maka mereka akan dapat meyakinkan pemerintah dan masyarakat luas bahwa mereka sangat serius dalam memperhatikan masalah kesehatan dan keselamatan, diskriminasi atau lingkungan hidup maka dengan demikian mereka dapat menghindari intervensi. Perusahaan yang membuka usaha di luar negara asalnya dapat memastikan bahwa mereka diterima dengan baik selaku warga perusahaan yang baik dengan memperhatikan kesejahteraan tenaga kerja dan akibat terhadap lingkungan hidup, sehingga dengan demikian keuntungan yang menyolok dan gaji dewan direksinya yang sangat tinggi tidak dipersoalkan.

Motif perselisihan bisnis
Kritik atas CSR akan menyebabkan suatu alasan yang, pada akhirnya, bisnis perusahaan dipersalahkan. Contohnya, ada kepercayaan bahwa program CSR seringkali dilakukan sebagai suatu upaya untuk mengalihkan perhatian masyarakat atas masalah etika dari bisnis utama perseroan.
Dalam Tekla (2014) pengungkapan CSR (Corporate Social Responsibility) atau disebut juga dengan tanggung jawab sosial merupakan pengungkapan informasi CSR yang terdapat pada laporan tahunan perusahaan. Instrumen pengungkapan Corporate Social Responsibility menggunakan suatu daftar pengungkapan tanggung jawab sosial yang dijabarkan ke dalam 78 item pengungkapan yang telah disesuaikan dengan kondisi yang ada di Indonesia sesuai dengan peraturan yang berlaku. 78 item tersebut dikelompokkan kedalam 7 kategori antara lain lingkungan, energi, kesehatan dan keselamatan tenaga kerja, lain-lain tentang tenaga kerja, produk, keterlibatan masyarakat, dan umum.
Perhitungan untuk pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan adalah Pendekatan untuk menghitung pengungkapan tanggung jawab sosial pada dasarnya menggunakan pendekatan dikotomi dengan menggunakan variabel dummy, yaitu:
Score 0            : jika perusahaan tidak mengungkapkan item pada daftar pertanyaan.
Score 1            : jika perusahaan mengungkapkan item pada daftar  pertanyaan.


Nurdizal M. Rachman. Asep Efendi. & Emir Wicaksana. 2011. PANDUAN Perencanaan CSR. Depok: Penerbit Swadaya.

http://pustakabakul.blogspot.co.id/2013/04/teori-triple-bottom-line.html